Bhayangkara Nusantara - Sebanyak 130 mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kini tengah berpartisipasi aktif dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 1 di Kabupaten Pringsewu. Kehadiran para akademisi muda ini, didampingi jajaran rektorat Unila, disambut hangat oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, beserta pemerintah daerah setempat dalam sebuah seremoni resmi yang berlangsung di Aula Utama Pemkab Pringsewu, pada Jumat sore, 9 Januari 2026. Momen penting ini menandai dimulainya kolaborasi strategis antara dunia kampus dan masyarakat untuk memajukan sektor pertanian lokal.
KKN ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa program ini adalah wahana krusial bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah langsung ke dalam realitas kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, KKN ini berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan inovasi akademis dengan kebutuhan konkret di lapangan, khususnya dalam konteks pengembangan produksi Mocaf (Modified Cassava Flour) dan produk olahan pertanian lainnya di Pringsewu.
Tema KKN kali ini, "Pengembangan Produksi Mocaf dan hasil olahan Pertanian di Kabupaten Pringsewu," secara spesifik berfokus pada potensi singkong. Bupati Riyanto Pamungkas menekankan ambisi besar untuk meningkatkan nilai tambah singkong agar memiliki harga yang lebih tinggi, pasokan yang lebih stabil, dan keberlanjutan ekonomi yang lebih baik bagi para petani di Kabupaten Pringsewu. "Kegiatan ini bukan hanya kunjungan akademik, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola komoditas lokal, khususnya singkong, agar mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan," ujarnya, menyoroti pentingnya diversifikasi pangan nasional melalui Mocaf.
Pengembangan Mocaf, sebagai salah satu inovasi pangan strategis, membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak. Bupati Pringsewu mengajak seluruh penyuluh pertanian, perangkat daerah, dan mitra pembangunan untuk membuka seluas-luasnya ruang belajar dan kolaborasi bagi para mahasiswa. Ia berharap, "Titik temu antara akademisi dan praktisi inilah yang nantinya akan menghasilkan peningkatan kesejahteraan petani secara nyata." Program satu bulan ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan yang cerdas, inovatif, dan peduli, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memecahkan masalah-masalah lokal.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa KKN ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Unila dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Ia optimis bahwa pengembangan Mocaf tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat secara holistik. Sebanyak 130 mahasiswa dari berbagai fakultas akan diterjunkan di 13 desa di Kecamatan Adiluwih selama sebulan penuh. Rektor berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga etika, sikap, dan perilaku selama menjalankan KKN, memastikan program ini berjalan baik dan dapat berkelanjutan di masa mendatang. Acara penerimaan ini juga turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting dari kedua belah pihak, menandakan komitmen kuat untuk kesuksesan program ini.
Subscribe Our Newsletter
0 Komentar
Post a Comment